Minggu, 27 Juni 2010

mekanika tanah

I. PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang

Tanah adalah bagian kerak bumi yang tersusun dari mineral dan bahan organik. Tanah sangat vital peranannya bagi semua kehidupan di bumi karena tanah mendukung kehidupan tumbuhan dengan menyediakan hara dan air sekaligus sebagai penopang akar. Struktur tanah yang berongga-rongga juga menjadi tempat yang baik bagi akar untuk bernafas dan tumbuh. Tanah juga menjadi habitat hidup berbagai mikroorganisme. Bagi sebagian besar hewan darat, tanah menjadi lahan untuk hidup dan bergerak. Dari segi klimatologi, tanah memegang peranan penting sebagai penyimpan air dan menekan erosi, meskipun tanah sendiri juga dapat tererosi. Komposisi tanah berbeda-beda pada satu lokasi dengan lokasi yang lain. Air dan udara merupakan bagian dari tanah yang mempunyai peranan penting dalam menjaga kesetabilan tanah (Anonim, 2009).
Air tanah adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau bebatuan di bawah permukaan tanah. Air tanah merupakan salah satu sumber daya air yang keberadaannya terbatas dan kerusakannya dapat mengakibatkan dampak yang luas serta pemulihannya sulit dilakukan.Selain air sungai dan air hujan, air tanah juga mempunyai peranan yang sangat penting terutama dalam menjaga keseimbangan dan ketersediaan bahan baku air untuk kepentingan rumah tangga maupun untuk kepentingan industri. Kadar air tanah menunjukkan jumlah yang hadir di tanah air. Hal ini umumnya dinyatakan sebagai jumlah air yang ada di kedalaman satu meter dari tanah..
Air mempunyai fungsi penting dalam tanah, dimana air penting dalam pelapukan mineral dan bahan organik, reaksi yang menyiapkan hara laut bagi pertumbuhan tanaman. Air berfungsi sebagai media gerak hara ke akar-akar hara tanaman. Bila air terlalu banyak, hara-hara yang lewat atau ada yang tercuci dan hilang dari perakaran atau bila tinggi evaporasinya, garam-garam terlarut mungkin terangkut ke lapisan atas tanah dan kadang-kadang tertimbun dalam jumlah yang banyak sehingga dapat merusak tanaman (Anonim,2008).
Untuk itu kandungan air dalam tanah sangat penting untuk di ketahui terutama dalam bidang pertanian. Pengolahan tanah dan penyiapan lahan sebelum di tanam harus dlam kondisi tercukupi air. Begitu juga pada tanah yang di gunakan atau di alokasikan untuk pembangunan gedung dan jalan, maka tanah tersebut harus mempunyai kandungan air yg cukup agar konsistensi tanah dapat terjaga dan mampu menahan bangunan. Air berperan saat di lakukan pemadatan tanah untuk membantu tanah menjaga konsistensi dan keadaan tanah lebih siap untuk di bangun.

1.2 Tujuan
Untuk mengetahui besar kadar air yang terkandung di dalam tanah tersebut.





II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Kadar Air
Kadar air adalah banyaknya air yang hilang bila massa tanah dikeringkan dalam oven suhu 105˚ C sampai diperoleh berat kering tanah yang tetap. Faktor-faktor yang mempengaruhi kadar air antara lain yaitu kadar garam, porositas, struktur tanah, tekstur tanah, dan kedalaman tanah (Askari, 2007).
Kemapuan tanah menahan air dipengaruhi antara lain oleh tekstur tanah. Tanah-tanah bertekanan dan tekstur tanah mempunyai gaya menahan air lebih kecil dari tanah tekstur halus. Oleh karena itu tanaman yang ditanam pada tanah bertekstur lempung dan liat (Hanafiah, 2004).
Air antara kejenuhan dan kapasitas lapangan (air gravitasi) mempunyai tegangan rendah dan lebih mudah diserap oleh akar tumbuhan. Akan tetapi, air gravitasi sedikit gunanya pada kebanyakan tanah sebab air ini memeras air ke bawah dengan cepat. Selain itu, adanya air gravitasi meniadakan udara yang diperlukan akar untuk pernafasan dan banyak kegiatan biologi lainnya. Gerakan ait ke bawah oleh air gravitasi menarik udara ke dalam tanah (Hanafiah, 2004)..Kehilangan air oleh transpirasi menimbulkan kekuatan utama yang mendorong untuk penyerapan air oleh akar tanaman yang bertranspirasi. Tegangan yang terjadi pada daun oleh hilangnya air transpirasi di transmisikan ke xilem batang dan akhirnya ke akar. Apabila tegangan air dalam akar lebih besar dari tegangan yang mengikat air dalam tanah, air bergerak ke dalam akr (Foth, 1994).

B. Faktor-faktor yang mempengaruhi kadar air tanah

1. Kandungan garam tanah

Kadar air tanah di pengaruhi oleh kaandungan garam dalam tanah. Semakin tinggi kandungan garam dalam air maka air tersebu akan semakin pekat, kandungan garam ini terdapat di daerah pantai atau laut. Sedangkan kandungan garam di dataran tinggi umumnya rendah sehingga kandungan air dalam tanah lebih sedikit.
2. Tekstur tanah
Tekstur tanah juga mempengaruhi kadar air dalam tanah. Tanah disusun dari butir-butir tanah dengan berbagai ukuran. Bagian butir tanah yang berukuran lebih dari 2 mm disebut bahan kasar tanah seperti kerikil, koral sampai batu. Bagian butir tanah yang berukuran kurang dari 2 mm disebut bahan halus tanah. Bahan halus tanah dibedakan menjadi:
1. pasir, yaitu butir tanah yang berukuran antara 0,050 mm sampai dengan 2 mm.
2. debu, yaitu butir tanah yang berukuran antara 0,002 mm sampai dengan 0,050 mm
3. liat, yaitu butir tanah yang berukuran kurang dari 0,002 mm (Anonim, 200
Tekstur tanah menunjukkan kasar halusnya tanah dan dibagi menjadi beberpa kelompok antara lain; kasar(pasir, pasir berlempung), agak kasar (lempung berpasir, lempung berpasir halus), sedang(lempung berpasir sangat halus, lempung, lempung berdebu, debu), agak halus(lempung liat, lempung liat berpasir, lempung liat berdebu), halus(liat berpasir, liat berdebu). Selain itu, tanah mempunyai perbedaan dalam memegang air, kemampuan ini tergantung pada teksturnya.
Hubungan Tekstur Tanah dengan Daya Menahan Air dan Ketersediaan Hara Tanah bertekstur liat mempunyai luas permukaan yasng lebih besar sehingga kemampuan menahan air dan menyediakan unsur hara tinggi. Tanah bertekstur halus lebih aktif dalam reaksi kimia daripada tanah bertekstur kasar. Tanah bertekstur pasir mempunyai luas permukaan yang lebih kecil sehingga sulit menyerap (menahan) air dan unsur hara.
3. Struktur Tanah
Struktur tanah merupakan gumpalan kecil dari butir-butir tanah. Gumpalan struktur tanah ini terjadi karena butir-butir pasir, debu, dan liat terikat satu sama lain oleh suatu perekat seperti bahan organik, oksida-oksida besi, dan lain-lain. Gumpalan-gumpalan kecil (struktur tanah) ini mempunyai bentuk, ukuran, dan kemantapan (ketahanan) yang berbeda-beda.
Struktur tanah dikelompokkan dalam 6 bentuk. Keenam bentuk tersebut adalah:
1. Granular, yaitu struktur tanah yang berbentuk granul, bulat dan porous, struktur ini terdapat pada horison A.
2. Gumpal (blocky), yaitu struktur tanah yang berbentuk gumpal membuat dan gumpal bersudut, bentuknya menyerupai kubus dengan sudut-sudut membulat untuk gumpal membulat dan bersudut tajam untuk gumpal bersudut, dengan sumbu horisontal setara dengan sumbu vertikal, struktur ini terdapat pada horison B pada tanah iklim basah.
3. Prisma (prismatic), yaitu struktur tanah dengan sumbu vertical lebih besar daripada sumbu horizontal dengan bagian atasnya rata, struktur ini terdapat pada horison B pada tanah iklim kering.
4. Tiang (columnar), yaitu struktur tanah dengan sumbu vertical lebih besar daripada sumbu horizontal dengan bagian atasnya membuloat, struktur ini terdapat pada horison B pada tanah iklim kering.
5. Lempeng (platy), yaitu struktur tanah dengan sumbu vertikal lebih kecil daripada sumbu horizontal, struktur ini ditemukan di horison A2 atau pada lapisan padas liat.
6. Remah (single grain), yaitu struktur tanah dengan bentuk bulat dan sangat porous, struktur ini terdapat pada horizon A.Tanah yang terbentuk di daerah dengan curah hujan tinggi umumnya ditemukan struktur remah atau granular di tanah lapisan atas (top soil) yaitu di horison A dan struktur gumpal di horison B atau tanah lapisan bawah (sub soil). Akan tetapi, pada tanah yang terbentuk di daerah.

4. Porositas Tanah
porositas tanah merupakan perbandingan antara volume pori tanah dengan volume total tanah, sedangkan porositas efektif merupakan perbandingan volume pori yanh berhubungan dengan volume total tanah.
jenis tanah porositas( %) porositas efektif (%)
lempung 45-50 5-10
liat 34-45 5-8
pasir berliat 40-50
pasir berlempung 35-40 20-25
pasir 2 5-30
Karakteristik yang mempengaruhi laju infiltrasi air:
1. karakteristik permukaan tanah; kepadatan tanah, sifat dan jenis tanaman penutup.
2. sifat transmisi lapisan tanah tergantung oleh lapisan2 dalam tanah itu sendiri.lapisan tanah dibagi menjadi 4 horizon A,B,C,D. sifat transmisi dibagi2 fenomena yaitu:
a. jika kapasitas perkolasi > kapasitas infiltrasi maka lapisan dibawah lapisan permukaan tidak akan jenuh air dan laju infiltrasi ditentukan oleh infiltrasi
b.jika kapasitas perkolasi < kapasitas infiltrasi maka lapisan bawah akan jenuh air dan laju infiltrasi ditentukan oleh perkolasi
3. pengatusan kapasitas penampungan. porositas akan menentukan kapasitas penampungan air infiltrasi juga menahan terhadap aliran, semakin besar porositas maka kapasitas menampung air infiltrasi akan lebih besar. Proses infiltrasi akan meningkatkan kadar air pada kondisi kapasitas lapang, dimana kandungan air dalam tanah maksimum yang dapat ditahan oleh pertikel tanah terhadap gaya tarik bumi.alan raya, pondasi, dan sebagainya.

5. Kedalaman Tanah
Tanah memiliki kedalaman yang di bedakan kedalam lapisan-lapisan tanah atau sering di sebut horizon tanah. Kandungan air pada masing-masing tanah akan berbeda jumlah dan ketersediaanya. Pada tanah lapisan atas akan memiliki kandungan air yang lebih banyak di bandingkan tanah lapisan bawah. Karena pada saat terjadi hujan gaya gravitasi mempengaruhi masuknya air kedalam tanah sehingga air yang jatuh ke permukaan tanah akan tertahan oleh pori-pori dalam tanah. Hal ini lah yang menjaga lapisan atas tanah lebih jenuh air. Sedangkan lapisan bawah tanah memiliki ukuran pori yang lebih besar karena terdiri dari batuan sehingga kemampuan untuk mempertahankan air lebih kecil di bandingkan tanah lapisan bawah yang memiliki pori lebih kecil ber bahan liat. Air yang meresap akan terkumpul menjadi air tanah.
Kelima hal diatas mampu mempengaruhi ketersediaan air atau kadar air dalam tanah karena mempunyai peranan yang penting dalam mempertahankan dan memegang air untuk tetap berada di masing-masing lapisan tanah.

Selasa, 22 Juni 2010

kata-kata motivasi hidup


Tuhan yang Maha Baik memberi kita ikan,
tetapi kita harus mengail untuk mendapatkannya.
Demikian juga Jika kamu terus menunggu waktu yang tepat,
mungkin kamu tidak akan pernah mulai.
Mulailah sekarang…
mulailah di mana kamu berada sekarang dengan apa adanya.
Jangan pernah pikirkan kenapa kita memilih seseorang untuk dicintai,
tapi sadarilah bahwa cintalah yang memilih kita untuk mencintainya.
Perkawinan memang memiliki banyak kesusahan,
tetapi kehidupan lajang juga memiliki suka-duka.
Buka mata kamu lebar-lebar sebelum menikah,
dan biarkan mata kamu setengah terpejam sesudahnya.
Menikahi wanita atau pria karena kecantikannya atau ketampanannya
sama seperti membeli rumah karena lapisan catnya.
Harta milik yang paling berharga bagi seorang pria di dunia ini adalah
hati seorang wanita.
Begitu juga Persahabatan, persahabatan adalah 1 jiwa dalam 2 raga
Persahabatan sejati layaknya kesehatan,
nilainya baru kita sadari setelah kita kehilangannya.
Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan lagu didalam hatimu
dan akan menyanyikan kembali tatkala kau lupa akan bait-baitnya.
Sahabat adalah tangan Tuhan untuk menjaga kita.
Rasa hormat tidak selalu membawa kepada persahabatan,
tapi jangan pernah menyesal untuk bertemu dengan orang lain…
tapi menyesal-lah jika orang itu menyesal bertemu dengan kamu.
Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran.
Dialah hiasan dikala kamu senang dan perisai diwaktu kamu susah.
Namun kamu tidak akan pernah memiliki seorang teman,
jika kamu mengharapkan seseorang tanpa kesalahan.
Karena semua manusia itu baik kalau kamu bisa melihat kebaikannya
dan menyenangkan kalau kamu bisa melihat keunikannya
tapi semua manusia itu akan buruk dan membosankan
kalau kamu tidak bisa melihat keduanya.
Begitu juga Kebijakan, Kebijakan itu seperti cairan,
kegunaannya terletak pada penerapan yang benar,
orang pintar bisa gagal karena ia memikirkan terlalu banyak hal,
sedangkan orang bodoh sering kali berhasil dengan melakukan tindakan tepat.
Dan Kebijakan sejati tidak datang dari pikiran kita saja,
tetapi juga berdasarkan pada perasaan dan fakta.
Tak seorang pun sempurna.
Mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak.
Menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka benar
meskipun terbukti salah.
Apa yang berada di belakang kita dan apa yang berada di depan
kita adalah perkara kecil berbanding dengan apa yang berada di dalam kita.
Kamu tak bisa mengubah masa lalu….
tetapi dapat menghancurkan masa kini dengan mengkhawatirkan masa depan.
Bila Kamu mengisi hati kamu ….
dengan penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran untuk masa depan,
Kamu tak memiliki hari ini untuk kamu syukuri.
Jika kamu berpikir tentang hari kemarin tanpa rasa penyesalan
dan hari esok tanpa rasa takut,
berarti kamu sudah berada dijalan yang benar menuju sukses.

penetas telur

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Konsumsi ayam yang semakin meningkat harus diiringi dengan ketersediaan ayam siap konsumsi dalam jumlah yang banyak juga, hal ini di atasi dengan pemeliharaan ayam yang tepat mulai dari anak ayam hingga ayam siap di konsumsi. Untuk mendapatkan anak ayam dalam jumlah banyak saat yang bersamaan akan menjadi masalah kalau hanya didapatkan secara alami, dimana satu ekor induk ayam hanya bisa mengeram maksimal 10 butir telor, kalau kita inginkan dalam jumlah yang banyak dan saat bersamaan, akan menjadi kendala. Dengan masa mengeram yang tidak bisa ditentukan secara bersamaan sekian banyak induk ayam, sehingga kalau didaerah pedesaan hal ini akan menimbulkan masalah kalau ada penduduk yang ingin beternak ayam sebagai pekerjaan sambilan

Untuk meningkatkan produksi ternak maka anak ayam yang harus disediakan harus cukup banyak, juga untuk menghasilkan anak ayam yang penetasannya secara lama dimana memakai induk ayam dirasa kurang efektif karena satu induk ayam hanya bisa mengerami maksimal 10 butir telur, untuk mengatasi masalah tersebut maka dibuatlah prototype mesin penetasan sebagai ganti induk ayam. Mesin penetasan yang baik harus memiliki daya tetas yang tinggi diatas 80%. Dengan mempelajari cara-cara penetasan telur dengan memperhatikan pengaturan suhu ruang penetasan, dengan lama waktu pemanasan yang bisa diatur dan bisa bekerja menyerupai dengan kelakukan seekor induk ayam, maka ada ide pengembangan penetasan telor secara buatan (Jasa, 2006).

Menurut Sudiro ( 1991 ), Penetasan buatan adalah pelaksanaan penetasan yang dilakukan dengan bantuan mesin penetas, yang mampu mengerami 50 hingga 50000 butir telur sekaligus atau lebih dalam waktu yang sama. Namun menurut Sudiro, telur-telur dari jenis ayam tertentu yang ditetaskan dengan bantuan mesin tetas hasilnya kurang baik.

Menurut Jasa (2006), ada 3 hal yang harus diperhatikan dalam proses penetasan telur dengan menggunakan mesin incubator atau alat penetas telur, yaitu:

a. Suhu Udara di Dalam Penetasan

Embrio akan berkembang bila suhu udara di sekitar telur minimal 70oF (21,11oC) namun perkembangan ini sangat lambat.

b. Kelembaban relatif di dalam penetasan

Kelembaban sangat penting untuk menjaga kandungan air di dalam telur, yaitu untuk mencegah air di dalam telur jangan terlalu banyak menguap atau keluar dari telur melalui pori-pori telur.

c. Kesegaran Udara

Dalam perkembangan embrio akan banyak memerlukan oksigen (O2) dan memerlukan gas CO2. Konsentrasi ke-2 gas ini akan sangat mempengaruhi perkembangan embrio ataupun daya tetas.

Selain ketiga hal di atas ada 2 hal penting lagi yang harus ditambahkan agar proses penetasan telur di dalam incubator dapat berjalan dengan baik, yaitu Pemutaran telur dan kebersihan (Anonim, 2008).

II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Ayam petelur

Ayam ini tubuhnya relative lebih kecil. Produksi telurnya antara 250 sampai 280 butir per tahun. Telur pertama dihasilkan pada saat berumur 5 bulan dan akan terus menghasilkan telur sampai umurnya mencapai 10-12 tahun. Umumnya, produksi telur yang terbaik akan diperoleh pada tahun pertama ayam mulai bertelur. Produksi telur pada tahun-tahun berikutnya cenderung akan terus menurun. Ada dua pilihan untuk ayam petelur ini yang dibedakan dari warna telurnya, yaitu:

· Telur berwarna putih yaitu Ayam petelur dengan telur berwarna putih, untuk telur berwarna putih ini biasanya ayam yang di kembang biakan adalah dari ras Leghorn.

· Telur berwarna coklat yaitu ayam petelur dengan telur berwarna coklat yang terbaik adalah dari Jenis ras Production Red (Solusindo, 2007).

B. Mesin penetas telur

Untuk meningkatkan produksi ternak maka anak ayam yang harus disediakan harus cukup banyak, juga untuk menghasilkan anak ayam yang penetasannya secara lama dimana memakai induk ayam dirasa kurang efektif karena satu induk ayam hanya bisa mengerami maksimal 10 butir telur, untuk mengatasi masalah tersebut maka dibuatlah prototype mesin penetasan sebagai ganti induk ayam.(Jasa, 2006).

Salah satu mesin penetas telur yang ada adalah Mesin penetas telur sistem rak putar adalah generasi terbaru alat penetas telur kapasitas kecil yang bertujuan untuk mengoptimalkan efesiensi penetasan dengan teknik yang jauh lebih praktis dan mudah. Beberapa keunggulan mesin ini antara lain:

· Menggunakan sistem rak putar. pemutaran semua telur hanya dengan sekali operasi, tanpa membalik dengan tangan satu per satu.

· Rak telur desain beru terbuat dari bahan full alumunium, dengan ram profil U sangat baik dalam meratakan panas pada telur, tahan karat serta lebih higienis.

· Efesiensi penetasan tinggi, 80-90 %, dengan potensi mencapai 100%.

· Pemanasan darurat menggunakan plat pemanas, cukup memakai lampu minyak atau lilin.

· Kontrol panas otomatis dengan thermostat yang dapat disetel dari luar mesin, dengan fluiktuasi suhu hanya 1oF. sangat akurat dang praktis (Solusindo, 2007)

Mesin yang diharapkan dapat menggantikan peran induk ayam untuk menetaskan telur agar dapat menetas sesuai dengan waktunya dan hasil yang didapatkan dari proses penetasan tersebut lebih banyak dari pengeraman yang dilakukan oleh induk ayam.

Menurut Sudiro ( 1991 ), Pada mesin penetas telur, jenis pengoperasiannya mungkin berbeda-beda oleh karena itu sebelum mesin penetas tersebut di gunakan harus mempelajari petunjuk terlebih dahulu, dan beberapa hal yang harus di perhatikan yaitu:

1. Setiap mesin akan digunakan langkah pertama yang harus dilakukan adalah membersihkan kotak, rak-rak, dan seluruh peralatan yang berkaitan.

2. Kotak dan seluruh peralatan harus difumigasi.

3. Hidupkan sakelar dan atur temperature yang sesuai dengan jenis telur.

4. Perhatikan tingkat kelembaban pada ruang penetasan.

5. Atur telur di dalam rak.

6. Periksa mesin penetas telur setiap hari untuk memastikan suhu dan kelembabannya.

7. Lakukan pemeriksaan yang sama hingga hari ke 21 hingga telur menetas.

C. Tahapan penetasan telur

Pada setiap tahap perkembangan embrio di tandai dengan ciri-ciri yang khas. Pada tahap ahir perkembangan ciri-ciri ini mudah dapat dilihat tanpa bantuan alat. Namun pada tahap awal perkembangan embrio yang jelas hanya dapat dilihatr dengan bantuan alat khusus. Seseorang yang melakukan penetasan perlu mengetahui cirri-ciri tersebut (Anonim, 2004)

Beberapa hal yang mesti di perhatikan dalam proses penetasan telur agar telur dapat menetas dengan baik, mulai dari kebersihan sampai suhu ruangan. Berikut ini merupakan tahapan-tahapan dalam proses penetasan telur yang meliputi:

1. Mesin harus di bersihkan terlebih dahulu, yaitu pencucian dan pemberian desinfektan.

2. Masukan telur yang telah di bersihkan.

3. Hidupkan mesin dan proses pengeraman siap dimulai.

4. Atur suhu pada incubator agar suhu dan kelembaban terus stabil.

5. Lakukan pemeriksaan suhu dan kelembaban setiap hari.

Beberapa hal di atas merupakan urutan secara singkat tahapan penetasan telur hingga menetas (Anonim, 2009).